Kemenangan Lazio, Benamkan Palermo

Sergej Milinkovic-Savic, palermo, lazio, serie A, liga italia  palermo vs lazio 2016 0-1
Sergej Milinkovic-Savic cetak angka

Hari Minggu kemarin, Lazio bertarung memperebutkan tiga poin dengan Palermo dalam ajang lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A putaran ke 14. Pada pertandingan tersebut Lazio diundang ke markas Palermo di Stadio Renzo Barbera dan berhasil menang tipis dengan gol semata wayangnya buah karya dari Sergej Milinkovic-Savic, pemain gelandang dari Serbia.

Setelah babak pertama dimulai, Lazio langsung menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Immobile sempat memulainya dengan  melakukan tekanan ke pertahanan Palermo namun tendangannya yang masih melebar. Beberapa saat kemudian, Immobile mencobanya lagi namun kali ini membentur mistar gawang dan akhrinya bola yang memantul tadi mampu ditembakkan oleh Sergej, hanya saja  dapat diatasi oleh sang kiper Palermo, Posavec.

Lazio terus menekan Palermo hingga pada menit ke 31, mereka berhasil mencetak angka. Kerjasama yang baik antara Anderson dan Basta dari sisi kanan membuat pertahanan Palermo berantakan dan akhirnya Basta memberikan umpannya ke Sergej Milinkovic-Savic dan berhasil di sarangkan ke gawang Palermo.Skor menjadi 0-1.

Merasa terancam dengan kekalahan Palermo mulai membalas serangan. Sempat mereka memberikan serangan balasan namun berhasil diatasi oleh Strakosha.

Lazio juga hampir menggandakan angka pada menit ke 44 melalui eksekusi tendangan bebas namun masih bisa diselamatkan Posavec. Dan tak lama kemudian, Palermo hampir saja memanfaatkan injury time Morganella memberikan umpan silang yang disambar Nestorovski. Untungnya dapat diselamatkan oleh Strakosha.

Saat babak kedua Palermo berusaha keras untuk dapat menyamakan kedudukan, namun mereka belum menghasilkan angka. Ada beberapa peluang emas dari pemainnya namun tercatat dari 7 kali kesempatan, lima diantaranya melenceng dan sisanya berhasil di halangi. Apalagi menjelang babak kedua berakhir, Geancarlo Gonzalez dihadiahi kartu merah oleh wasit setelah ia melakukan tekel kasar terhadap Lombardi. Semakin sulit menambah angka dengan 10 Pemain.

Sayangnya hal ini tak dimanfaatkan oleh pasukan dari Simone Inzaghi. Sebelumnya beberapa kali aksi dari Immobile, Parolo, atau Lulic sempat merepotkan Posavec namun tidak juga merubah angka di papan skor hingga peluit babak kedua ditiupkan.

Dalam pertandingan ini pada dasarnya kedua tim sama kuat. Hal ini dikarenakan sang tuan rumah berusaha sekuat tenaga memenangkan pertandingan dan sangat ingin keluar dari zona degradasi secepat mungkin. Memang sebelum pertandingan melawan Lazio dimulai, Palermo berada di diperingkat ke 19 klasemen.

Hasil dari pertandingan ini tak membuat Lazio naik peringkat klasemen sementara pada putaran ini namun mempengaruhi lawannya. Palermo semakin terbenam didasar klasemen dilangkahi oleh Crotone yang sanggup mengimbangi permainan Sampdoria pada hari yang sama.

Lazio Ungguli Genoa 3-1

Lazio, Genoa, Lazio vs Genoa, Felipe Anderson, Lucas Biglia, Wallace, liga italaia, serie A 2016
Lazio Ungguli Genoa

Dalam ajang lanjutan pertandingan putaran ke 13 Liga Italia Serie A, kali ini Lazio dihadapkan untuk bertanding melawan Genoa. Dalam laga yang diselenggarakan tanggal 20 November 2016 lalu, Lazio menjamu Genoa di Stadio Olimpico dan mengakhirinya dengan kemenangan ditangannya.

Dengan skor 3-1, Lazio perlahan mulai membayangi AS Roma yang berada satu tingkat diatasnya. Gol yang dihasilkan oleh Felipe Anderson, Lucas Biglia, dan Wallace memperpanjang catatan tak terkalahkan Biancolesti dalam delapan pertandingan berturut turut.

Pertandingan kali ini cukup seru, banyak aksi yang dimainkan dari kedua kubu. Pada babak pertama tuan rumah lebih menguasai bola namun pada babak kedua sang tamu lah yang lebih berkuasa.  Namun untuk masalah serangan, Lazio lebih mendominasi. Mereka lebih sering menggunakan umpan pendek.

Saat babak pertama dimainkan, pasukan dari Simone Inzaghi mencoba menggasak sang tamu. Dan sebelas menit kemudian Lazio sudah sudah berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dijaga Mattia Perin. Saat Lucas Biglia mengeksekuasi tendangan bebas dari luar kota penalti, bolanya disundul ke posisi asal oleh pemain Genoa namun Felipe Anderson mengambil kesempatan tersebut menendangnya balik dan berhasil membenamkannya di pojok kanan bawah hampir tertangkap oleh sang kiper. Skor menjadi 1-0.

Dua menit kemudian Balde Keita hampir menambah angka namun tembakannya dari sudut sempit melambung jauh. Ciro Immobile juga sempat mendapatkan peluang pada menit ke 21 namun bola yang ia lepaskan terlalu tinggi diatas gawang. Hingga turun minum, Skor masih sama 1-0.

Saat babak kedua dimulai, Genoa mulai bangkit membangun serangan. Sayangnya usaha mereka berhasil pada menit ke 52. Lucas Ocampos mampu menyarangkan bola ke pojok bawah kiri. Skor menjadi 1-1.

Untuk lima menit kemudian Lucas Orban melakukan pelanggaran terhadap Felipe Anderson di kotak penalti. Tentu saja wasit memberikan hadiah tendangan penalti dan kali ini Lucas Biglia mencoba mengeksekusinya. Hasilnya adalah tambahan angka untuk masuknya bola ke gawang Genoa. Skor berubah menjadi 2-1.

Menit 64, Tendangan pojok dari Anderson tidak langsung menuju kotak penalti melainkan ia kirimkan ke rekannya dan secara beruntun operan tersebut jatuh ke Wallace dan dengan jarak pendek Ia mampu menembakkannya ke pojok kiri bawah. Angka menjadi 3-1.

Dimenit ke 81 Nikola Ninkovic mencoba peruntungan untuk dapat memperkecil selisih angka namun berhasil di selamatkan oleh kiper Lazio. Dan 10 menit kemudian Lucas Orban mendapatkan kartu merah karena pelanggaran yang dilakukannya. Hingga babak kedua berakhir angka tetap sama dengan keunggulan sang tuan rumah.

Pioli Siap Bajak Mantan Anak Asuhnya

Stefano Pioli, Lazio, Inter Milan, Lucas Biglia, Marco Parolo, Felipe Anderson
Stefano Pioli saat masih di Lazio

Hingga 12 kali pertandingan yang sudah dimainkan Lazio pada musim ini, membuat mereka saat ini berada di peringkat ke 4 klasemen sementara, selisih tiga poin dengan peringkat diatasnya. Apalagi dalam 7 pertandingan terakhir, performanya saat ini membuat Lazio tak pernah mengalami kekalahan.

Berkat kejelian dalam menemukan pemain yang bertalenta serta pelatihan yang tepat membuat sebagian dari punggawanya dibidik oleh klub lain.

Stefano Pioli, mantan pelatih Lazio yang kini sudah menjadi pengasuh rivalnya, Inter Milan, telah memahami kualitas performa dan karakter pemain Lazio. Karena itulah ada beberapa pemain dari mantan klubnya yang ingin Ia rekrut ke klub barunya, terutama yang sesuai dengan standarnya dan selaras dengan metode kepelatihannya.

Disebut sebut Lucas Biglia adalah salah satunya. Gelandang bertahan dari Lazio merupakan prioritas utama dalam waktu dekat untuk dapat menyempurnakan strateginya. Memang sebelum Pioli memasukkan namanya kedaftar belanja Inter, Biglia sudah pernah di tawari untuk pindah ke Inter bersama pemain sayap dari Lazio yaitu Antonio Candreva.

Akan tetapi permintaan tersebut ditolak Lazio karena sepertinya cukup berat bagi Lazio jika mereka harus melepas dua pemain andalannya dalam satu waktu.

Namun walau mendapat penolakan pada bursa transfer musim awal musim, Inter takkan putus asa. Mereka akan tetap akan mencoba memberikan penawaran mereka dan kali ini dengan tawaran yang lebih menggiurkan kepada Biglia dengan harapan pemain yang ikut membela timnas Argentina mulai musim akan menandatangani kontrak dengan Inter.

Selain itu, Inter dikabarkan juga melirik Marco Parolo. Ia memang memiliki kelebihan dalam hal stamina dan hobinya berlari. Dengan mobilitias yang tinggi tentunya akan cukup membantu dalam lini tengah Inter untuk mendongkrak peringkatnya.

Sebelumnya Parolo juga pernah diincar oleh Chelsea. Pelatih mereka, Antonio Conte, sudah mengetahui kelebihan Parolo ketika Ia melatih tim nasional Italia. Parolo pun mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan konte saat itu.

Pemain lainnya yang diincar juga oleh Pioli adalah Felipe Anderson. Gelandang serang dari Lazio yang telah berada di Lazio sejak tahun 2013 pada musim sebelumnya termasuk pemain yang rajin menyumbangkan gol ke Lazio. Untuk musim ini, Ia memang baru mencetak satu gol dalam 11 kali pertandingan, namun performanya sebagai lini  tengah masih tetap mumpuni.

Bongkar Pemain, Lazio Pertahankan De Vrij

Stefan De Vrij, Lazio, serie A, liga Italia
Stefan De Vrij, Lazio

Stefan De Vrij adalah pemain bertahan yang sudah membela Lazio sejak tahun 2014. Sebelumnya Ia pernah membela klub di Liga Belanda yaitu Feyenoord Rooterdam selama lima musim. Ia juga diikutkan dalam membela negaranya di timnas Belanda sejak tahun 2012.

Namun masa bakti De Vrij selama empat tahun di Lazio tak terasa akan berakhir tak lama lagi. Performanya yang ciamik di lini belakang membuatnya menjadi salah satu andalan dari pelatihnya, Simone Inzagri. Dan hal itulah yang membuat dirinya dilirik oleh beberapa klub papan atas di Inggris.

Dikabarkan klub yang bermain di Premier League yang membidik de Vrij adalah Chelsea dan Arsenal. Kedua klub ingin menggunakan jasa dari pemain bernomor punggung tiga di Lazio tersebut untuk dapat memperkuat lini pertahanannya. Akan tetapi sepertinya Lazio masih ingin memanfaatkannya lebih lama lagi dan karena itulah mereka menawarkan perjanjian baru kepada de Vrij sehingga klub dari Inggris tersebut berhenti mengejarnya.

Sejak Antonio Conte menjadi pelatih di Chelsea di musim , de Vrij memang sering dikaitkan untuk dapat segera diboyong ke Stamford Bridge. Hal ini dikarenakan Conte memang sudah lama tertarik dengan permainannya di lini belakang. Namun bagi Arsene Wenger, De Vrij sangat diperlukan oleh Arsenal untuk dapat menggantikan Per Mertesacker yang masa baktinya akan selesai dalam waktu dekat.

Saat ini De Vrij saat belum dapat membela Lazio dikarenakan Ia sedang mengalami cedera sejak beberapa minggu lalu. Namun kabarnya setelah jeda internasional, sepertinya Ia sudah pulih dan dapat kembali merumput. Selaku pelatih Lazio, Inzaghi melihat performa De Vrij tak mengalami penurunan dan masih menganggapnya sebagai pemain andalannya. Corriere dello Sport juga menyebutkan bahwa masih Lazio ingin mempertahankannya.

Sayangnya perpanjangan masa bakti pemain  Lazio tidak berlaku untuk pemain lini depan mereka yaitu Filip Djordjevic dan Luis Alberto. Sepertinya mereka belum berhasil menampilkan permainan terbaik mereka sehingga sang pelatih lebih sering menepikan mereka.

Terdengar kabar bahwa Djordjevic akan ditawarkan ke Prancis karena ada klub yang mau menggunakan jasanya. dan bahkan telah menyiapkan dana transfer sebesar 5 juta Euro untuk penyerang asal Serbia tersebut. Dikabarkan klub tersebut adalah Olympique Lyonnais, yang sedang berusaha mendongkrak peringkatnya ke lima besar. Jika Djordjevic berada di Lyon tentunya Ia akan mampu mengasah permainannya lebih baik karena akan lebih sering merumput dengan tim barunya.

Untuk Luis Alberto, Lazio belum berkeinginan untuk melepasnya. Namun mereka akan memberikan kesempatan untuk klub yang ingin menggunakan jasanya dengan sistem pinjaman saja. Pasalhnya Alberto masih terikat kontrak cukup lama hingga 2021. Seandainya Alberto dilepas, posisinya akan digantikan dengan salah satu dari pemain yang sedang mereka Incar, jika tidak Alessio Cerci mungkinPaul-Georges Ntep.

Gol Keita Turunkan Peringkat Napoli

keita balde, napoli vs lazio 2016, napoli, lazio 1-1.jpg
Keita Imbangi Gol Napoli

Hari Minggu lalu tanggal tanggal 6 November 2016, Lazio melanjutkan ajang kompetisi Liga Italia Serie A putaran ke 12. Kali ini Lazio bertandang ke markas Napoli di Stadio San Paolo dan dalam laga tersebut menghasilkan kedudukan imbang untuk kedua kubu dengan skor 1-1.

Pada dasarnya Napoli lebih unggul dalam mendominasi permainan baik dari segi penguasaan bola maupun dari segi serangan. Sang tuan rumah cenderung memegang kendali selama mungkin sedangkan Lazio mencoba menyerangnya dengan serangan balik.

Menurut Flashscore, Lazio hanya menguasai permainan sekitar 35% saja. Serangan Lazio saat mencoba menyarangkan bola ke gawang juga lebih sedikit. Tercatat selama pertandingan Lazio hanya mencoba 7 kali serangan sedangkan Napoli mencoba 18 kali serangan Napoli juga lebih terarah dalam menembakkan bola . Namun untungnya dari delapan tembakan hanya satu saja yang dapat disarangkan ke gawang Federico Marchetti. Sedangkan tim asuhan Simone Inzaghi walau tiga kali percobaan mampu membenamkan sebuah gol ke gawang Pepe Reina.

Sejak babak pertama, pertahanan Lazio digasak terus oleh Napoli.  Mereka perlahan tapi pasti mengatur strategi untuk dapat menembus pertahanan lawannya. Lazio mencoba bertahan dan mencoba menyerang lewat counter attack hanya saja sampai babak pertama selesai, kedua pihak tak sanggup merubah papan angka.

Saat peluit babak kedua dibunyikan, Napoli semakin agresif menyerang. Sayangnya pada menit ke 52, usaha mereka membuahkan hasil dan Napoli berhasil mengungguli Lazio lebih dulu. Saat Faouzi Ghoulam memberikan umpan kepada Marek Hamsik didalam area penalti, diteruskanlah bola tersebut ke pojok kanan bawah. Kali ini Federico Marchetti tak mampu menahannya. Napoli unggul d 1-0.

Untunglah dalam hitungan detik gol hasil karya Hamsik berhasil dibalas oleh Balde Keita. Saat Marco Parolo memberikan umpan tepat ke dalam kotak penalti,  dan saat yang tepat, Keita segera menghujamkan si kulit bundar ke pojok bawah kanan gawang. Skor berubah menjadi 1-1.

Tercatat gol balasan dari Keita adalah gol balasan tercepat di Serie A musim 2016-2017 dengan catatan waktu kurang lebih 87 detik setelah gol yang dihasilkan oleh lawannya.

Setelah kedudukan imbang, Napoli masih merusaha menekan Lazio dengan berbagai serangan dan untungnya Lazio sanggup meredamnya hingga babak kedua usai.

Dengan gol balasan dari Keita memaksa Napoli turun satu peringkat dari posisinya walau tak mengubah peringkat Lazio pada putaran ke 12 ini.