Berulah, Cristiano Ronaldo Dihukum Larangan Lima Laga

Kelakuan dari Cristiano Ronaldo pada laga putaran awal di laga Supercopa de Espana akhirnya mendapat hasil buruk. Pihak Federasi Sepakbola Spanyol mengambil keputusan untuk menghukum bintang sepakbola dunia ini dengan larangan lima laga dengan Real Madrid dan timnas.

Cristiano Ronaldo sejatinya berlaga dengan baik ketika mereka berhadapan dengan Barcelona yang dilaksanakan di Camp Nou, pada Senin (13/8) dini hari WIB. Pemain 32 tahun tersebut menciptakan satu gol menuju gawang Barca yang memastikan kemenangan untuk Real Madrid dengan skor 1-3.

Ronaldo diberi kartu merah di menit ke-82. Pemain dari Portugal ini dinilai sudah bertindak diving oleh wasit. Ronaldo yang mendapat hukuman itu, tak terima dan protes sehingga tak sadar mendorong sang wasit.

Tingkah sang bintang sepakbola dunia itu pada wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea lalu masuk dalam laporan laga Supercopa de Espana. Dua menit sebelum melakukan tindakan itu, Ronaldo sudah lebih dulu memperoleh kartu kuning karena selebrasi gol sambil melepas pakaiannya.

RFEF kemudian mengambil keputusan untuk memberikan hukuman pada Ronaldo dengan tidak mengizinkan bermain dalam empat laga dan satu laga akumulasi. Hukuman itu lebih ringan dari maksimal sanksi yang bisa diberikan yakni 12 laga sesuai aturan yang berlaku.

Selain hukuman itu, sanksi lainnya adalah denda. Mantan pemain Manchester United itu wajib membayar 3.850 euro dan Real Madrid juga dikenakan denda sebanyak 1.750 euro. Sejatinya, Ronaldo dan klubnya dapat mengajukan banding. Langkah itu dapat saja dilakukan dengan batas waktu 10 hari setelah keputusan itu diberikan.

Namun, jika sanksi itu tetap berlangsung, setelah proses banding, maka Cristiano Ronaldo tidak akan bermain untuk Real Madrid di putaran kedua Supercoppa de Espana, Kamis (17/8) nanti. Selain itu, bintang sepakbola dunia itu juga akan menepi dalam laga La Liga kontra Deportivo La Coruna, Valencia, Levante dan Real Sociedad.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Comments are closed.