Gignac Umbar Kebencian ke PSG

kan jika dirinya tak mungkin menjadi bagian dari Paris Saint Germain, dalam pernyataannya, Gignac sangat membenci klub kaya baru asal Prancis tersebut.

Gignac, 31 tahun sejatinya adalah fans berat dari rival abadi PSG, Marseille yang merupakan klub yang pernah Gignac bela selama lima musim sebelum pindah ke klubnya sekarang, Tigres.

Gignac sendiri angkat kaki dari Marseille dimusim panas 2015 lalu, kepindahannya ke Tigres berdasarkan tidak ada kesepakatan baru dari kedua belah pihak. Jika Gignac yang sempat punya peluang emas membentur tiang di final Euro 2016 melawan Portugal, mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kampung halamannya.

Dan disinilah Gignac mengungkap tak akan pulang kampung demi mendarat ke PSG. Masih dalam pendiriannya, jika PSG adalah klub yang biasa saja dan mereka hanya bermodalkan dana besar dengan banyak keberuntungan.

“Benci dan sangat benci PSG, lebih baik hilang nyawa meski harus bermain untuk mereka. Jika PSG menawarkan saya uang 10 kali lipat. Saya tidak akan pergi ke sana.” demikian pernyataan keras Gignac kepada awak media.

Gignac juga menambahkan bagaimana perasaan senangnya tercermin usai melihat gol kemenangan Barcelona atas PSG dengan skor 6-1 di leg kedua yang berlangsung di Camp Nou.

“Saya tak bisa bayangkan atau pun kalian yang diluar sana dengan betapa bahagianya saya merayakan gol keenam Barcelona. Saya berteriak, berlari, semuanya. Istri saya bahkan sedikit takut!” tambah Gignac.

Meski pada akhirnya PSG dan Barcelona gagal diturnamen Liga Champions, Gignac pun tetap senang karena tak ada satu pun dari dua klub tersebut yang merupakan kebanggaan Gignac sebagai pemain.

Tags:
Rate this article!

Related Posts

Comments are closed.