Zidane Masih Gantung Status Isco

Zinedine Zidane baru saja mengisyaratkan jika Isco akan tetap bertahan di Real Madrid andai ada kesepakatan dan sang pelatih berharap sang pemain masih akan bertahan lama. Meski demikian, Zidane tak bisa memberikan jaminan penuh jika Isco akans selalu menjadi pemain andalan Madrid.

Isco dengan EL Real memang menjadi perbincangan hangat dalam satu musim terakhir. Dimana hingga saat ini sang pemain belum mau memberikan kepastian apakah dia akan bertahan atau pergi, namun disini yang pasti Isco masih mengharapkan menit bermain lebih banyak.

Mendengar apa yang dikatakan Isco, lantas Zidane buka suara dengan mengatakan Madrid adalah tim dengan isi pemain terbaik dan akan sulit bagi siapa pun untuk menyingkirkan nama-nama terbaik itu andai tidak bisa menemukan yang dia miliki.

Bisa diartikan jika Isco masih kalah bersaing dengan nama macam Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, James Rodriguez, Toni Kross dan Luka Modric untuk mendapat skuat inti Madrid. Dan di pekan terakhir nya, Isco berhasil menunjukan perkembangan apik ketika bermain bagus dan mencetak satu gol melawan Deportivo Alaves dalam kemenangan 3-0 untuk Madrid di Santiago Bernabeu akhir pekan kemarin.

“Ketika gol kedua belum terjadi, kami sungguh kesulitan untuk mengembangkan permainan. Namun dikalah bola jatuh ke kaki Cristiano, dia mengumpan dan kami mencetak gol. Kami tahu pada saat itu bahwa kami mampu merusak pertahanan lawan dan itulah yang dilakukan oleh tim,” ungkap Zidane usai pertandingan dalam jumpa pers.

“Yang perlu Anda lihat ketika kami memiliki waktu tiga hari untuk menjalani pertandingan penting, semua orang sudah bisa berpikir apa yang mereka inginkan. Untuk bisa memenangkan liga atau Liga Champions, setiap pemain akan memainkan peran penting. Para pemain tahun dan itulah mengapa ketika Isco bermain, dia bermain dengan bagus,”

“Yang perlu disadari adalah Madrid memiliki skuat tim yang baik, ada 24 pemain yang berperan penting dalam tiap pertandingan. Kini tugas dan penilaian ada ditangan Anda.” tutupnya.

Chelsea Bebaskan Madrid Dekati Hazard

Chelsea diklaim memberikan kebebesan kepada bintang lini depan, Eden Hazard untuk melakukan negoisasi intim dengan klub kaya La Liga Spanyol, Real Madrid.

Lantas The Blues sendiri tinggal menunggu duduk santai perihal penawaran yang akan diberikan oleh Madrid mulai dari kontrak dan jumlah transfer. Dan Madrid sendiri disebut akan menyiapkan semua itu sampai di akhir musim panas mendatang.

Berdasarkan berita dari nara sumber menyebut bahwa Madrid rencana nya akan memecahkan rekor yang dipegang oleh Paul Pogba ketika di datangkan Manchester United dari Juventus di musim panas lalu.

Meski Chelsea masih tetap membatasi pergerakan Hazard dan membutuhkan servis nya, namun keinginan kuat Hazard tidak mungkin bisa ditahan oleh Chelsea andai sang pemain ingin mencari suasana baru di musim depan.

Terlebih lagi jika benar Madrid akan memecahkan rekor pembelian untuk nama Hazard, maka ada kemungkinan Chelsea akan benar-benar melepas Hazard ke Spanyol.

Namun dari sisi lain, Antonio Conte jelas menolak ada nya pemberitaan perihal Hazard yang sampai saat ini masih menjadi andalan tim nya di lini depan dan potensi berlaga di pentas Liga Champions musim depan akan sedikit menghambat proses Madrid untuk mendapatkan tanda tangan pemain depan tim nasional Belgia tersebut.

Baik Madrid dan Chelsea merupakan tim yang memuncaki klasemen liga masing-masing dan potensi menjadi tim favorit Hazard jelas ada, mengingat sang pemain ingin selalu berada di level tertinggi untuk membuktikan diri jika dia layak menjadi pemain terbaik dunia.

Sudah Jelas Bersalah, Eks Madrid Tetap Mendukung Messi!

Jorge Valdano yang tercatat sebagai salah satu mantan pesepakbola Real Madrid ini mencoba memberikan masukan kepada Lionel Messi yang sudah seharusnya bungkam di depan asisten wasit ketimbang melemparkan hinaan kepadanya. Dimana hal itu akhir nya berdampak pada hukuman empat laga yang diterima Messi.

Diklaim Messi telah melemparkan sejumlah kata-kata kasar kepada hakim garus jelang laga berakhir di ajang kualifikasi Piala DUnia 2018 Argentina kontra Chile akhir pekan kemarin, meski Messi berhasil mencetak satu gol sekaligus menyelamatkan Argentina dari kekalahan, namun hukuman tetaplah datang kepadanya.

Sejatinya titik permasalahan itu tidak masuk dalam buku catatan wasit utama, namun akhir nya FIFA menggelar investigasi lewat video yang muncul di media. Pemain berusia 29 tahun kemudian mendapat hukuman empat laga sebelum laga melawan Bolivia yang lantas memberikan kekalahan dua gol tanpa balas tanpa kehadiran bintang Barcelona tersebut.

Total Messi akan melewatkan beberapa pertandingan penting macam melawan Uruguay, Venezuela, dan Peru jika memang Argentina gagal mengajukan banding. Dengan kata lain, nasib Argentina untuk menembus putaran Piala DUnia 2018 semakin kecil atau bisa dikatakan tidak akan mereka dapatkan sama sekali.

Valdano yang terus mengikuti perkembangan kasus ini menilai ada yang ganjil dan menganggap apa yang terjadi pada Messi tidak adil. Valdano pun menyanyangkan aksi Messi yang jelas berdampak buruk pada nasib negara nya, dia memberikan saran bahwa sebaiknya Messi tutup mulut dan tidak perlu melakukan hal sekecil itu.

“Yang paling saya sayangkan adalah ketika para pemain enggan untuk mengucapkan selamat pagi dengan menutup mulut mereka, namun kali ini terlihat begitu gampang membuka mulut ketika berhadapan dengan orang yang mereka anggap buruk,” tandasnya.

Valadano juga menambahkan jika nasib Argentina di putaran final Piala Dunia 2018 berada di ujung tanduk, dia menilai nyawa Argentina berada dalam sosok Messi. Sebagai pembuktian Argentina tidak mampu berbuat banyak ketika di kalahkan Bolivia dan Messi pun tidak main di laga tersebut.

Agen Sebut Gabigol Menuju Liverpool

Karir Gabriel Barbosa masih menjadi buah bibir banyak publik ketika tidak ada perkembangan pasti usai merapat ke Inter Milan musim panas kemarin. Meski begitu, agen resmi Barbosa atau biasa dikenal Gabigol tersebut menegaskan bahwa klien nya masih kerasan di Italia.

Disamping itu, sang agen juga tidak menutup kemungkinan jika ada penawaran bagus datang atas nama Gabigol termasuk jika Liverpool benar-benar mau membajak nya dari Inter di bursa transfer musim depan.

Sekilas jika nama Gabigol sempat menjadi incaran banyak klub besar Eropa berdasarkan penampilan apik nya ketika membela Santos. Nama nya pun sempat mendulang tinggi di pasaran jual beli pemain di musim kemarin, namun keputusan nya merapat ke Inter telah menjadi bomerang.

Gabigol, 20 tahun yang mendapat ekspetasi besar dari banyak kalangan disebut akan menjadi pemain besar di masa modern. Namun demikian, karirnya di Italia tak berjalan baik, di mana dia hanya mampu membuat delapan penampilan di semua level kompetisi.

Gabigol pun baru mendapat kesempatan di awal tahun 2017, namun kesempatan itu tak lantas didapat nya sebagai pemain utama, itu artinya Gabigol lebih sering bermain sebagai pemain pengganti. Hal ini lantas memancing rumor dirinya bakal pindah ke Liverpool, meski tengah terikat kontrak lima tahun dengan Inter Milan.

Dan situasi yang terjadi telah membuka mata sang agen untuk menyatakan bahwa klien nya masih merasa nyaman di San Siro, meski tidak menutup kemungkinan ada tawaran masuk dia akan memikirkan nya termasuk Liverpool yang seperti nya ngotot ingin mendapatkan tanda tangan Gabigol.

“Inter sudah mengikat Gabigol, lima musim akan dia jalani. 2021 menjadi waktu yang sangat lama dan tidak ada klausul khusus yang menuntut dia bermain di sejumlah menit tertentu, apalagi untuk mendapat jaminan starter,” ungkap sang agen.

“Di Milan dia merasa nyaman dan aman, dia akan berusaha keras untuk mendapatkan tempat utama. Bisakah dia pergi di Juni? Saya tidak tahu, masa depan nya masih panjang dan semua tidak ada yang tahu bagaimana ke depan nya.” tutupnya.

Kemenangan Lazio, Benamkan Palermo

Sergej Milinkovic-Savic, palermo, lazio, serie A, liga italia  palermo vs lazio 2016 0-1
Sergej Milinkovic-Savic cetak angka

Hari Minggu kemarin, Lazio bertarung memperebutkan tiga poin dengan Palermo dalam ajang lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A putaran ke 14. Pada pertandingan tersebut Lazio diundang ke markas Palermo di Stadio Renzo Barbera dan berhasil menang tipis dengan gol semata wayangnya buah karya dari Sergej Milinkovic-Savic, pemain gelandang dari Serbia.

Setelah babak pertama dimulai, Lazio langsung menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Immobile sempat memulainya dengan  melakukan tekanan ke pertahanan Palermo namun tendangannya yang masih melebar. Beberapa saat kemudian, Immobile mencobanya lagi namun kali ini membentur mistar gawang dan akhrinya bola yang memantul tadi mampu ditembakkan oleh Sergej, hanya saja  dapat diatasi oleh sang kiper Palermo, Posavec.

Lazio terus menekan Palermo hingga pada menit ke 31, mereka berhasil mencetak angka. Kerjasama yang baik antara Anderson dan Basta dari sisi kanan membuat pertahanan Palermo berantakan dan akhirnya Basta memberikan umpannya ke Sergej Milinkovic-Savic dan berhasil di sarangkan ke gawang Palermo.Skor menjadi 0-1.

Merasa terancam dengan kekalahan Palermo mulai membalas serangan. Sempat mereka memberikan serangan balasan namun berhasil diatasi oleh Strakosha.

Lazio juga hampir menggandakan angka pada menit ke 44 melalui eksekusi tendangan bebas namun masih bisa diselamatkan Posavec. Dan tak lama kemudian, Palermo hampir saja memanfaatkan injury time Morganella memberikan umpan silang yang disambar Nestorovski. Untungnya dapat diselamatkan oleh Strakosha.

Saat babak kedua Palermo berusaha keras untuk dapat menyamakan kedudukan, namun mereka belum menghasilkan angka. Ada beberapa peluang emas dari pemainnya namun tercatat dari 7 kali kesempatan, lima diantaranya melenceng dan sisanya berhasil di halangi. Apalagi menjelang babak kedua berakhir, Geancarlo Gonzalez dihadiahi kartu merah oleh wasit setelah ia melakukan tekel kasar terhadap Lombardi. Semakin sulit menambah angka dengan 10 Pemain.

Sayangnya hal ini tak dimanfaatkan oleh pasukan dari Simone Inzaghi. Sebelumnya beberapa kali aksi dari Immobile, Parolo, atau Lulic sempat merepotkan Posavec namun tidak juga merubah angka di papan skor hingga peluit babak kedua ditiupkan.

Dalam pertandingan ini pada dasarnya kedua tim sama kuat. Hal ini dikarenakan sang tuan rumah berusaha sekuat tenaga memenangkan pertandingan dan sangat ingin keluar dari zona degradasi secepat mungkin. Memang sebelum pertandingan melawan Lazio dimulai, Palermo berada di diperingkat ke 19 klasemen.

Hasil dari pertandingan ini tak membuat Lazio naik peringkat klasemen sementara pada putaran ini namun mempengaruhi lawannya. Palermo semakin terbenam didasar klasemen dilangkahi oleh Crotone yang sanggup mengimbangi permainan Sampdoria pada hari yang sama.

Lazio Ungguli Genoa 3-1

Lazio, Genoa, Lazio vs Genoa, Felipe Anderson, Lucas Biglia, Wallace, liga italaia, serie A 2016
Lazio Ungguli Genoa

Dalam ajang lanjutan pertandingan putaran ke 13 Liga Italia Serie A, kali ini Lazio dihadapkan untuk bertanding melawan Genoa. Dalam laga yang diselenggarakan tanggal 20 November 2016 lalu, Lazio menjamu Genoa di Stadio Olimpico dan mengakhirinya dengan kemenangan ditangannya.

Dengan skor 3-1, Lazio perlahan mulai membayangi AS Roma yang berada satu tingkat diatasnya. Gol yang dihasilkan oleh Felipe Anderson, Lucas Biglia, dan Wallace memperpanjang catatan tak terkalahkan Biancolesti dalam delapan pertandingan berturut turut.

Pertandingan kali ini cukup seru, banyak aksi yang dimainkan dari kedua kubu. Pada babak pertama tuan rumah lebih menguasai bola namun pada babak kedua sang tamu lah yang lebih berkuasa.  Namun untuk masalah serangan, Lazio lebih mendominasi. Mereka lebih sering menggunakan umpan pendek.

Saat babak pertama dimainkan, pasukan dari Simone Inzaghi mencoba menggasak sang tamu. Dan sebelas menit kemudian Lazio sudah sudah berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dijaga Mattia Perin. Saat Lucas Biglia mengeksekuasi tendangan bebas dari luar kota penalti, bolanya disundul ke posisi asal oleh pemain Genoa namun Felipe Anderson mengambil kesempatan tersebut menendangnya balik dan berhasil membenamkannya di pojok kanan bawah hampir tertangkap oleh sang kiper. Skor menjadi 1-0.

Dua menit kemudian Balde Keita hampir menambah angka namun tembakannya dari sudut sempit melambung jauh. Ciro Immobile juga sempat mendapatkan peluang pada menit ke 21 namun bola yang ia lepaskan terlalu tinggi diatas gawang. Hingga turun minum, Skor masih sama 1-0.

Saat babak kedua dimulai, Genoa mulai bangkit membangun serangan. Sayangnya usaha mereka berhasil pada menit ke 52. Lucas Ocampos mampu menyarangkan bola ke pojok bawah kiri. Skor menjadi 1-1.

Untuk lima menit kemudian Lucas Orban melakukan pelanggaran terhadap Felipe Anderson di kotak penalti. Tentu saja wasit memberikan hadiah tendangan penalti dan kali ini Lucas Biglia mencoba mengeksekusinya. Hasilnya adalah tambahan angka untuk masuknya bola ke gawang Genoa. Skor berubah menjadi 2-1.

Menit 64, Tendangan pojok dari Anderson tidak langsung menuju kotak penalti melainkan ia kirimkan ke rekannya dan secara beruntun operan tersebut jatuh ke Wallace dan dengan jarak pendek Ia mampu menembakkannya ke pojok kiri bawah. Angka menjadi 3-1.

Dimenit ke 81 Nikola Ninkovic mencoba peruntungan untuk dapat memperkecil selisih angka namun berhasil di selamatkan oleh kiper Lazio. Dan 10 menit kemudian Lucas Orban mendapatkan kartu merah karena pelanggaran yang dilakukannya. Hingga babak kedua berakhir angka tetap sama dengan keunggulan sang tuan rumah.

Pioli Siap Bajak Mantan Anak Asuhnya

Stefano Pioli, Lazio, Inter Milan, Lucas Biglia, Marco Parolo, Felipe Anderson
Stefano Pioli saat masih di Lazio

Hingga 12 kali pertandingan yang sudah dimainkan Lazio pada musim ini, membuat mereka saat ini berada di peringkat ke 4 klasemen sementara, selisih tiga poin dengan peringkat diatasnya. Apalagi dalam 7 pertandingan terakhir, performanya saat ini membuat Lazio tak pernah mengalami kekalahan.

Berkat kejelian dalam menemukan pemain yang bertalenta serta pelatihan yang tepat membuat sebagian dari punggawanya dibidik oleh klub lain.

Stefano Pioli, mantan pelatih Lazio yang kini sudah menjadi pengasuh rivalnya, Inter Milan, telah memahami kualitas performa dan karakter pemain Lazio. Karena itulah ada beberapa pemain dari mantan klubnya yang ingin Ia rekrut ke klub barunya, terutama yang sesuai dengan standarnya dan selaras dengan metode kepelatihannya.

Disebut sebut Lucas Biglia adalah salah satunya. Gelandang bertahan dari Lazio merupakan prioritas utama dalam waktu dekat untuk dapat menyempurnakan strateginya. Memang sebelum Pioli memasukkan namanya kedaftar belanja Inter, Biglia sudah pernah di tawari untuk pindah ke Inter bersama pemain sayap dari Lazio yaitu Antonio Candreva.

Akan tetapi permintaan tersebut ditolak Lazio karena sepertinya cukup berat bagi Lazio jika mereka harus melepas dua pemain andalannya dalam satu waktu.

Namun walau mendapat penolakan pada bursa transfer musim awal musim, Inter takkan putus asa. Mereka akan tetap akan mencoba memberikan penawaran mereka dan kali ini dengan tawaran yang lebih menggiurkan kepada Biglia dengan harapan pemain yang ikut membela timnas Argentina mulai musim akan menandatangani kontrak dengan Inter.

Selain itu, Inter dikabarkan juga melirik Marco Parolo. Ia memang memiliki kelebihan dalam hal stamina dan hobinya berlari. Dengan mobilitias yang tinggi tentunya akan cukup membantu dalam lini tengah Inter untuk mendongkrak peringkatnya.

Sebelumnya Parolo juga pernah diincar oleh Chelsea. Pelatih mereka, Antonio Conte, sudah mengetahui kelebihan Parolo ketika Ia melatih tim nasional Italia. Parolo pun mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan konte saat itu.

Pemain lainnya yang diincar juga oleh Pioli adalah Felipe Anderson. Gelandang serang dari Lazio yang telah berada di Lazio sejak tahun 2013 pada musim sebelumnya termasuk pemain yang rajin menyumbangkan gol ke Lazio. Untuk musim ini, Ia memang baru mencetak satu gol dalam 11 kali pertandingan, namun performanya sebagai lini  tengah masih tetap mumpuni.

Bongkar Pemain, Lazio Pertahankan De Vrij

Stefan De Vrij, Lazio, serie A, liga Italia
Stefan De Vrij, Lazio

Stefan De Vrij adalah pemain bertahan yang sudah membela Lazio sejak tahun 2014. Sebelumnya Ia pernah membela klub di Liga Belanda yaitu Feyenoord Rooterdam selama lima musim. Ia juga diikutkan dalam membela negaranya di timnas Belanda sejak tahun 2012.

Namun masa bakti De Vrij selama empat tahun di Lazio tak terasa akan berakhir tak lama lagi. Performanya yang ciamik di lini belakang membuatnya menjadi salah satu andalan dari pelatihnya, Simone Inzagri. Dan hal itulah yang membuat dirinya dilirik oleh beberapa klub papan atas di Inggris.

Dikabarkan klub yang bermain di Premier League yang membidik de Vrij adalah Chelsea dan Arsenal. Kedua klub ingin menggunakan jasa dari pemain bernomor punggung tiga di Lazio tersebut untuk dapat memperkuat lini pertahanannya. Akan tetapi sepertinya Lazio masih ingin memanfaatkannya lebih lama lagi dan karena itulah mereka menawarkan perjanjian baru kepada de Vrij sehingga klub dari Inggris tersebut berhenti mengejarnya.

Sejak Antonio Conte menjadi pelatih di Chelsea di musim , de Vrij memang sering dikaitkan untuk dapat segera diboyong ke Stamford Bridge. Hal ini dikarenakan Conte memang sudah lama tertarik dengan permainannya di lini belakang. Namun bagi Arsene Wenger, De Vrij sangat diperlukan oleh Arsenal untuk dapat menggantikan Per Mertesacker yang masa baktinya akan selesai dalam waktu dekat.

Saat ini De Vrij saat belum dapat membela Lazio dikarenakan Ia sedang mengalami cedera sejak beberapa minggu lalu. Namun kabarnya setelah jeda internasional, sepertinya Ia sudah pulih dan dapat kembali merumput. Selaku pelatih Lazio, Inzaghi melihat performa De Vrij tak mengalami penurunan dan masih menganggapnya sebagai pemain andalannya. Corriere dello Sport juga menyebutkan bahwa masih Lazio ingin mempertahankannya.

Sayangnya perpanjangan masa bakti pemain  Lazio tidak berlaku untuk pemain lini depan mereka yaitu Filip Djordjevic dan Luis Alberto. Sepertinya mereka belum berhasil menampilkan permainan terbaik mereka sehingga sang pelatih lebih sering menepikan mereka.

Terdengar kabar bahwa Djordjevic akan ditawarkan ke Prancis karena ada klub yang mau menggunakan jasanya. dan bahkan telah menyiapkan dana transfer sebesar 5 juta Euro untuk penyerang asal Serbia tersebut. Dikabarkan klub tersebut adalah Olympique Lyonnais, yang sedang berusaha mendongkrak peringkatnya ke lima besar. Jika Djordjevic berada di Lyon tentunya Ia akan mampu mengasah permainannya lebih baik karena akan lebih sering merumput dengan tim barunya.

Untuk Luis Alberto, Lazio belum berkeinginan untuk melepasnya. Namun mereka akan memberikan kesempatan untuk klub yang ingin menggunakan jasanya dengan sistem pinjaman saja. Pasalhnya Alberto masih terikat kontrak cukup lama hingga 2021. Seandainya Alberto dilepas, posisinya akan digantikan dengan salah satu dari pemain yang sedang mereka Incar, jika tidak Alessio Cerci mungkinPaul-Georges Ntep.

Gol Keita Turunkan Peringkat Napoli

keita balde, napoli vs lazio 2016, napoli, lazio 1-1.jpg
Keita Imbangi Gol Napoli

Hari Minggu lalu tanggal tanggal 6 November 2016, Lazio melanjutkan ajang kompetisi Liga Italia Serie A putaran ke 12. Kali ini Lazio bertandang ke markas Napoli di Stadio San Paolo dan dalam laga tersebut menghasilkan kedudukan imbang untuk kedua kubu dengan skor 1-1.

Pada dasarnya Napoli lebih unggul dalam mendominasi permainan baik dari segi penguasaan bola maupun dari segi serangan. Sang tuan rumah cenderung memegang kendali selama mungkin sedangkan Lazio mencoba menyerangnya dengan serangan balik.

Menurut Flashscore, Lazio hanya menguasai permainan sekitar 35% saja. Serangan Lazio saat mencoba menyarangkan bola ke gawang juga lebih sedikit. Tercatat selama pertandingan Lazio hanya mencoba 7 kali serangan sedangkan Napoli mencoba 18 kali serangan Napoli juga lebih terarah dalam menembakkan bola . Namun untungnya dari delapan tembakan hanya satu saja yang dapat disarangkan ke gawang Federico Marchetti. Sedangkan tim asuhan Simone Inzaghi walau tiga kali percobaan mampu membenamkan sebuah gol ke gawang Pepe Reina.

Sejak babak pertama, pertahanan Lazio digasak terus oleh Napoli.  Mereka perlahan tapi pasti mengatur strategi untuk dapat menembus pertahanan lawannya. Lazio mencoba bertahan dan mencoba menyerang lewat counter attack hanya saja sampai babak pertama selesai, kedua pihak tak sanggup merubah papan angka.

Saat peluit babak kedua dibunyikan, Napoli semakin agresif menyerang. Sayangnya pada menit ke 52, usaha mereka membuahkan hasil dan Napoli berhasil mengungguli Lazio lebih dulu. Saat Faouzi Ghoulam memberikan umpan kepada Marek Hamsik didalam area penalti, diteruskanlah bola tersebut ke pojok kanan bawah. Kali ini Federico Marchetti tak mampu menahannya. Napoli unggul d 1-0.

Untunglah dalam hitungan detik gol hasil karya Hamsik berhasil dibalas oleh Balde Keita. Saat Marco Parolo memberikan umpan tepat ke dalam kotak penalti,  dan saat yang tepat, Keita segera menghujamkan si kulit bundar ke pojok bawah kanan gawang. Skor berubah menjadi 1-1.

Tercatat gol balasan dari Keita adalah gol balasan tercepat di Serie A musim 2016-2017 dengan catatan waktu kurang lebih 87 detik setelah gol yang dihasilkan oleh lawannya.

Setelah kedudukan imbang, Napoli masih merusaha menekan Lazio dengan berbagai serangan dan untungnya Lazio sanggup meredamnya hingga babak kedua usai.

Dengan gol balasan dari Keita memaksa Napoli turun satu peringkat dari posisinya walau tak mengubah peringkat Lazio pada putaran ke 12 ini.