Momen mengejutkan baru saja terjadi, dan jelas bukan hal biasa ketika seorang atlet wanita UFC asal Brasil, Polyana Viana menghajar seorang pria yang diketahui ingin merampok handphone miliknya, dan setelah dihajar habis, sang perampok langsung dikirim ke penjara.

Momen langka ini terjadi pada hari Sabtu, 5 Januari 2019. Ketika itu, Viana yang diketahui merupakan petarung kelas Strawweight, tengah menunggu taksi di kompleks apartemennya di Jacarepagua, sebuah area pemukiman di wilahan barat Rio De Janeiro.

Selang beberapa menit, tiba-tiba datang pria menghampiri secara mengejutkan. Menurut pengakuan Viana, pria itu datang dengan sangat cepat, sampai-sampai tidak terdektesi olehnya. Secara singkat, pria itu tiba-tiba sudah dekat dengannya.

Posisi saat itu, Viana dan perampok duduk berdekatan yang kebetulan ada tempat duduk untuk menunggu transportasi. Melakukan basa basi, ternyata sang perampok memiliki maksud dan tujuan jahat.

“Dia bertanya kepada saya, pukul berapa sekarang, jadi saya menjawab pertanyaannya, dan saya melihat dia tidak akan pergi. Jadi saya sudah pindah untuk meletakkan ponsel saya di pinggang saya. Dan kemudian dia berkata, berikan ponsel anda kepada saya. Jangan mencoba bereaksi, karena saya bersenjata, dan saya melihat hal itu benar, karena dia meletakkan piston itu diatas tangannya, tetapi saya menyadari pistol itu terlalu lembut,” cetus Viana.

Perampok Salah Orang

“Posisi dia sangat dekat dengan saya. Jadi saya berpikir, jika itu benar-benar senjata, maka dia tidak ada waktu untuk menondongkan pistol itu kepada saya. Jadi saya berdiri. Saya melepas dua pukulan dan sebuah tendangan.”

“Seketika dia jatuh, lalu saya menangkapnya dengan (teknik) rear-naked choke. Lalu saya mendudukkannya di tempat yang sama dengan tempat kami sebelumnya dan berkata, “Sekarang kita akan menunggu polisi.” tutup Viana.

Viana melanjutkan jika senjata yang ditodongkan bukanlah senjata asli, melainkan senjata mainan. Sudah sejak awal, Viana sebenarnya sadar dan mengetahui piston itu bukanlah asli. Dengan kuncian mematikan, Viana lantas meminta orang yang sedang lewat menghubungi polisi.

Dalam melakukan aksinya, Viana mengaku sama sekali tidak takut, dan tetap tenang sampai menunggu polisi datang. Menariknya disini ketika sikap itu ternyata ada pada perampok, yang sempat meminta kepada Viana untuk melepaskannya, dan tidak menyerangkannya kepada polisi.

“Saya merasa sangat baik, terlebih lagi dia tidak bereaksi sama sekali ketika kuncian itu terjadi. Saya rasa reaksi tidak ada, karena dia menerima pukulan mengejutkan, saya pikir dia takut. Jadi dia tidak bereaksi lagi,”

Ia mengatakan kepada saya untuk membiarkannya pergi, seperti “Saya hanya bertanya ini pukul berapa.” Saya berkata, “Bertanya ini pukul berapa jidatmu,” karena dia melihat saya sangat marah. Saya bilang saya tidak akan melepaskannya dan saya akan memanggil polisi. Dia berkata, ‘Panggil polisi, kalau begitu’ karena dia takut saya akan memukulinya lagi.” tutup Viana.

Momen langka ini pun menarik respon banyak pihak, termasuk respon positif dari Presiden UFC, Dana White. Dalam pengakuannya, sang presiden menyanjung reaksi Polyana melalui akun Instagram miliknya.

“Di sisi kiri adalah @polyanaviana, salah satu petarung UFC kami dan di kanan adalah pria yang mencoba merampoknya. #ideyangburuk.” demikian pernyataan singkat dari White di akun media sosial pribadinya.